Rabu, 21 Maret 2012

BATU HIU

Belum lama ini (akhir tahun 2011) saya bersama keluarga pergi ke daerah wisata Pantai Pangandaran, mungkin hampir semua penduduk di pulau Jawa sudah mengetahui keberadaan pantai tersebut namun kami berniat ke daerah sekitar pantai itu (tepatnya sepanjang Pantai Pangandaran) yaitu Batu Hiu.


Sebuah pantai dengan tebing cukup terjal yang memiliki pemandangan lepas kearah Samudra Hindia.  Terletak di Desa Ciliang Kecamatan Parigi, kurang lebih 14 km dari Pangandaran ke arah Selatan. Memiliki panorama alam yang sangat indah. Dari atas bukit kecil yang ditumbuhi pohon-pohon Pandan Wong, kita menyaksikan birunya Samudra Indonesia dengan deburan ombaknya yang menggulung putih.

Pantai Batu Hiu ini terletak di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi. Pantai ini dinamakan Batu Hiu karena ada batu yang terlihat di laut ini dan menyerupai sirip ikan hiu. Untuk menikmati indahnya pantai, kita bisa naik ke atas bukit kecil di pantai ini. Dari atas bukit itulah kita bisa melihat batu yang menyerupai sirip ikan hiu, merasakan sejuknya angin laut dan juga menikmati indahnya Samudra Indonesia.





Di bukit kecil yang ditanami pandan wong itulah tempat yang paling pas untuk menikmati pantai Batu Hiu. Yang unik, untuk naik ke atas bukit, kita melewati “gerbang” bukit berupa terowongan kecil yang berbentuk ikan hiu. Jadi, seolah-olah kita masuk ke dalam mulut ikan hiu. Kita juga bisa bermain air laut di sebelah bukit. Namun hati-hati dengan ubur-ubur yang banyak berserakan di pasir pantai ya.




Hembusan angin pantai menemani kita saat melepaskan pandangan ke arah samudra atau hamparan pantai sebelah timur yang terbentang hingga Pangandaran. Kita dapat menikmati suasa alam pantai dengan berjalan-jalan di bukit yang teduh atau duduk santai bersama keluarga. Sungguhpun Anda tidak dapat berenang karena ombaknya yang cukup besar, Anda masih bisa berjalan-jalan di pantai menikmati simbahan busa butih yang datang bersama debur ombak Batu Hiu.

Sungguh pemandangan alam dari tebing terjal dengan hamparan air bersama gulungan ombak dilengkapi pantulan biru langit yang sempurna. Melepas kehiruk-pikukan ibu kota dengan sejuta masalah yang kompleks di tempat ini adalah suatu alternatif wisata yang mengagumkan. Hanya saja kurangnya perhatian pihak yang berwenang terhadap tempat ini sangat disayangkan, beberapa pagar pengaman tebing sudah mulai rapuh dan berbahaya ketika dijadikan tempat bersandar. 

Referensi:
http://www.mypangandaran.com/wisata/detail/2/pantai-batu-hiu.html

JALAN CADAS PANGERAN



"Cadas Pangeran" adalah nama suatu tempat, kira-kira enam kilometer sebelah barat daya kota Sumedang, yang dilalui jalan raya Bandung—Cirebon. Pemberian nama ini terkait dengan pembangunan Jalan Raya Pos Daendels yang melintasi daerah ini.
Karena medan yang berbatu cadas, sekitar 5000 jiwa pekerja kehilangan nyawanya. Hal ini membuat marah penguasa Kabupaten Sumedang, Pangeran Kusumadinata IX (1791-1828) yang lebih populer dengan sebutan Pangeran Kornel, dan ia memprotes Daendels atas kesemena-menaan dalam pembangunan jalan itu.

Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels yang memprakarsai pembangunan jalan "maut" tersebut pada tahun 1809. Dahsyatnya, proyek jalan itu hanya membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Jalur Anyer-Panarukan itu dibangun mula-mula sebagai jalan raya pos yang menghubungkan Pulau Jawa pada tahun 1809. Namun, keberhasilan Daendels itu tak terlepas dari penderitaan ratusan ribu warga Jawa yang disuruh kerja paksa atau rodi tanpa bayaran sesen pun. Tak terhitung lagi, ribuan pribumi yang tewas, baik yang melawan maupun meninggal dunia akibat kerja rodi.

Maklum saja, Daendels terkenal dengan kekejamannya dan berlaku sangat keras, yang disukai oleh Kaisar Prancis Napoleon--Prancis saat itu menguasai Kerajaan Belanda. Sebaliknya, bagi bangsa Indonesia, kekejian Daendels sangat dibenci hingga ia mendapat julukan "Mas Galak" atau "Mas Guntur". Julukan itu sesuai dengan tindak tanduknya yang kerap menekan kekuasaan raja-raja atau penguasa setempat, khususnya terhadap wong cilik. Walau begitu, sejumlah "inlader" akhirnya nekat menentang Daendels meski nyawa menjadi taruhan. Namun, tak seluruh rakyat memberontak terhadap kehendak "Si Tuan Besar" itu.

Satu di antara yang menonjol adalah Peristiwa Cadas Pangeran. Betapa tidak, ribuan pekerja rodi yang meninggal paling banyak terjadi di kawasan antara Bandung-Sumedang sepanjang kurang lebih tiga km. Di daerah tersebut memang memiliki medan yang berbukit cadas dan rawan longsor. Bila tak hati-hati, banyak pekerja yang mati ketimbun tanah longsor maupun tertimpa batu-batu besar. Banyak pula yang terjerembab ke jurang selama pembangunan jalan itu. Belum lagi sejumlah binatang buas yang kerap memangsa beberapa buruh rodi yang keletihan di malam hari.

Kabar mengenai ribuan penduduk Sumedang yang tewas akibat kerja rodi tentu membuat gusar penguasa setempat saat itu, yaitu Pangeran Kusumahdinata atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Kornel. Dia pun merasa terpanggil untuk membela rakyatnya dari tindasan Daendels. Pangeran Kornel segera mengutus beberapa orang kepercayaannya ke lokasi pembuatan jalan yang masih berupa hutan belantara, bercadas keras dengan berbagai binatang buas yang masih berkeliaran. Setelah meneliti keadaan di lapangan, orang-orang suruhan Pangeran Kornel mengungkapkan bahwa kondisi para pekerja paksa sangat memprihatinkan. Bahkan, mereka cuma mempergunakan peralatan atau perkakas yang tergolong sederhana untuk memapras tebing.

Selain kurang peralatan, hambatan lain dalam pembuatan jalan itu adalah perbekalan makanan yang tak mencukupi. Tak heran, buruh rodi banyak yang terjangkit sejumlah penyakit, seperti malaria. Gangguan binatang buas dan hawa dingin yang menusuk di malam hari, turut menambah kesengsaraan para pekerja.

Atas kenyataan itulah, Pangeran Kornel berencana secara terang-terangan melawan Daendels di hadapan para pekerja dan masyarakat Sumedang. Disusunlah rencana pemberontakan terhadap Mas Galak. Setelah rencana dianggap matang, Pangeran Kornel bersama sejumlah pengawalnya pergi ke lokasi kerja rodi tersebut. Dia pun sabar menanti kedatangan Daendels.

Akhirnya, yang ditunggu-tunggu datang juga. Di kejauhan tampak Daendels menunggang kuda dengan didampingi segelintir pasukannya. Daendels memang secara rutin kerap mengawasi pembuatan jalan di daerah bercadas tersebut. Pangeran Kornel mencegat rombongan Gubernur Jenderal yang kejam itu, tepatnya di Desa Ciherang.

Tentu saja Daendels kegirangan melihat kedatangannya disambut sendiri oleh penguasa setempat. Tanpa rasa curiga, dia segera mengulurkan tangan kepada Pangeran Kornel. Bukan kepalang terkejutnya Daendels, saat Pangeran Kornel menyambut ulurannya dengan tangan kiri. Tak cuma itu, penguasa Sumedang ini juga menghunus keris Naga Sastra di tangan kanannya.

Dengan pancaran mata yang tajam tanpa berkedip, Pangeran Kornel terus menatap lawannya. Sontak, keangkuhan Daendels luntur seketika. Dia pun terheran-heran dengan perlakuan dari Pangeran Kornel atau Bupati Sumedang itu. Setelah hilang rasa kagetnya, Daendels bertanya kepada Pangeran Kornel mengenai sikapnya itu.

Tanpa perasaan takut, Pangeran Kornel menjawab bahwa pekerjaan yang dibebankan kepada rakyat Sumedang terlalu berat. Setelah mengucapkan alasannya, Pangeran Kornel menantang Daendels duel satu lawan satu. Layaknya seorang ksatria, Pangeran Kornel berkata bahwa regent (bupati) Sumedang yang bernama Pangeran Kusumahdinata lebih baik berkorban sendiri ketimbang harus mengorbankan rakyat Sumedang yang tak berdosa.

Mendengar alasan yang tegas dan jelas tersebut, serta sadar akan situasi yang tidak menguntungkan baginya, Daendels pun luluh keberaniannya. Kemudian Daendels berjanji akan mengambil alih pekerjaan pembuatan jalan oleh Pasukan Zeni Belanda. Sedangkan rakyat Sumedang diperkenankan hanya membantu saja.

Ternyata itu hanyalah akal-akalan Daendels. Buktinya, beberapa hari kemudian, dia membawa ribuan pasukan Kompeni dan hendak menumpas perlawanan Pangeran Kornel. Pertempuran pun berkecamuk di sana. Rakyat Sumedang serta merta angkat senjata membantu junjungan mereka. Lantaran kekuatan yang tak seimbang, akhirnya tentara penjajah berhasil memadamkan pemberontakan Pangeran Kornel dengan memakan korban yang tak sedikit. Sedangkan Pangeran Kornel yang gagah berani itu gugur di ujung bedil pasukan Belanda.

Semenjak itulah, jalan yang melintasi medan berbukit itu dinamakan Cadas Pangeran. Ini untuk mengenang keberanian Pangeran Kornel yang rela gugur dalam memperjuangkan atau membela kepentingan rakyat Sumedang yang sangat dicintainya.(ANS/Dari Berbagai Sumber dan Tradisi Sejarah Lisan Masyarakat Pasundan)
 Jalan ini sudah bias dijadikan rekomendasi jalan-jalan anda karena di sekitar  jalan ini sudah ada warung-warung makanan

Referensi:

Rabu, 14 Maret 2012

SKILL

Kemampuan (Skill)
·        Kemampuan itu apa sih?
Di dalam kamus bahasa Indonesia, kemampuan berasal dari kata “mampu” yang  berarti kuasa (bisa, sanggup, melakukan sesuatu, dapat, berada, kaya, mempunyai harta berlebihan). Jadi, kemampuan adalah suatu kesanggupan dalam melakukan sesuatu.

·        Ada kemampuan apa aja sih?
Pada dasarnya kemampuan (skill) terbagi menjadi dua, yaitu:
-      Hard Skill: merupakan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya.
Selama ini kebanyakan orang lebih mengenal hard skill karena kemampuan ini diajarkan mulai dari individu lahir baik disengaja maupun tidak disengaja, di lembaga pendidikan formal ataupun informal, seperti ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dll. Pembelajaran ini bisa di dapat melalui pembelajaran berupa ilmu-ilmu yang bersifat menambah wawasan.
-         Soft Skill: keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills) yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal (Dennis E. Coates, 2006).
Menurut Ramdhani (2008) Soft skill sering juga disebut keterampilan lunak adalah keterampilan yang digunakan dalam berhubungan dan bekerjasama dengan orang lain.
Secara garis besar keterampilan ini dapat dikelompokkan ke dalam:
1.     Process Skills
2.     Social Skills
3.     Generic Skills


·        Soft skill apa saja yang kira-kira dibutuhkan untuk dunia kerja?
     Klasifikasi soft skill:
·        Intrapersonal Skill
·        Transforming Character
·        Transforming Beliefs
·        Change management
·        Stress management
·        Time management
·        Creative thinking processes
·        Goal setting & life purpose
·        Accelerated learning techniques
·        Interpersonal Skill
·        Communication skills
·        Relationship building
·        Motivation skills
·        Leadership skills
·        Self-marketing skills
·        Negotiation skills
·        Presentation skills
·        Public speaking skills

·        Nah, cara membedakannya gimana tuh?
      Cara membedakannya cukup mudah karena yang termasuk hard skill adalah kemampuan akademis atau keterampilan teknis seperti keuangan, komputer, kualitas, atau keterampilan perakitan, dll. Sedangkan untuk softskill kemampuan non akademis seperti integritas, motivasi, etika, kerja sama dalam tim, kepemimpinan, kemauan belajar, komitmen, mendengarkan, tangguh, fleksibel, komunikasi lisan, jujur, berargumen logis, tahan banting, kompetisi, ulet, dan lainnya. Jadi intinya, hard skill adalah penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Sedangkan soft skill adalah ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri). Semua profesi membutuhkan keahlian (hard skill) tertentu akan tetapi semua profesi memerlukan soft skill.

·        Apakah soft skill dengan hard skill memiliki keterkaitan?
Jawabnya, tentu saja soft skill dengan hard skill memiliki keterkaitan yang sangat erat. Coba bayangkan jika anda adalah seorang programmer, anda sangat mengerti seluk beluk computer tetapi anda tidak memiliki motivasi dan tidak dapat berkomunikasi baik dengan orang lain. Adakah perusahaan yang mau menerima anda? Ya mungkin pada awalnya ada perusahaan yang berminat dengan kinerja anda tetapi perjuangan anda untuk mendapatkan pekerjaan akan terhenti saat interview dimana staff HRD mengajak anda berinteraksi/berkomunikasi tetapi anda tidak dapat merespon dengan baik.  Dimanapun anda ingin bekerja pasti anda dituntut untuk memiliki keseimbangan antara soft skill dengan hard skill karena jika anda hanya memiliki salah satunya anda tidak akan bisa melanjutkan pekerjaan anda dengan baik. Anda pintar, berbakat, sangat mengerti dengan teknologi tetapi anda tidak bias bekerja sama dengan tim anda, anda tidak memiliki etika yang baik, siapa yang akan tahan bekerja sama dengan anda? Anda sangat komunikatif, memiliki motivasi yang tinggi, beretika baik, namun ada tidak memiliki kemampuan teknis, perusahaan mana yang akan menerima anda? Ya dengan demikian anda harus memiliki keseimbangan soft skill dengan hard skill yang baik.


Referensi:
- http://hafismuaddab.wordpress.com/2010/02/13/pengertian-soft-skill-dan-hard-skill/ (14 Maret 2012, 23.41 WIB)